27 April 2018 00:00

Ini Bedanya! Orang Kaya dan Pura-Pura Kaya Biar Tak Tertipu

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/741 Ini Bedanya Orang Kaya dan Pura Pura Kaya Biar%20Kamu Tak Tertipu.jpg

Penampilan memang tidak bisa jadi satu-satunya patokan melihat status hidup seseorang. Terkadang ada orang yang berpenampilan “wah” namun sebenarnya keuangannya pas-pasan saja. Sebaliknya, kita juga kerap menjumpai penampilan seseorang yang biasa saja namun ternyata hartanya melimpah.

Lalu apa sebenarnya hal mendasar yang sering menjadi pembeda dari orang kaya sungguhan dan yang berpura-pura kaya ini?

Perbedaannya yang pasti sangatlah bertolak belakang. Bahkan kebiasaan sehari-hari dan pandangan hidup pun cukup jauh berbeda. Apa saja yang kerap membedakan orang kaya dan pura-pura kaya atau lebih tepatnya miskin? Berikut ulasannya:

1. Soal Topik Pembicaraan

Orang kaya tidak akan tertarik untuk membicarakan mengenai kekayaan mereka, dan umumnya akan bersikap lebih santai serta tidak begitu memiliki minat yang besar untuk membahas kekayaannya. Namun sebaliknya justru orang yang berpura-pura kaya akan selalu bersemangat untuk membahas segala hal terkait dengan kekayaan yang mereka miliki. Entah berapapun jumlahnya, namun topik ini akan selalu menjadi pembicaraan yang menarik bagi orang-orang yang pura-pura kaya. Hal seperti ini jelas menunjukkan betapa sikap dan juga perilaku di antara keduanya sangat bertolak belakang, terutama ketika membahas masalah kekayaan masing-masing.

2. Hobi Pamer yang Berlebihan

Santai dan tidak suka menunjukkan apa yang mereka miliki, itulah yang akan dilakukan oleh orang kaya. Mereka akan menikmati kekayaan mereka dengan apa adanya, tanpa perlu memamerkannya kepada orang-orang di sekitarnya. Tidak ingin menonjol di antara yang lainnya, meskipun jelas-jelas mereka memiliki kemampuan keuangan yang lebih baik dari orang lain di sekitarnya.

Tapi bagi mereka yang berpura-pura kaya tidak akan bisa menahan keinginannya untuk selalu eksis dan pamer kekayaan, di mana saja dan kapan saja, setiap kali menemukan kesempatan. Bukan hanya pada orang-orang dan lingkungan sekitarnya saja, namun juga akan memanfaatkan berbagai sosial media untuk memamerkannya. Itu membuat mereka senang? Tentu saja, sebab mereka memang selalu haus akan perhatian dan juga sanjungan.

3. Sirik dan Selalu Ingin Jadi yang Paling Baik di Antara yang Lain

Tidak terusik dengan kekayaan orang lain. Orang kaya hanya ingin selalu melakukan hal-hal yang lebih baik lagi di dalam kehidupannya, termasuk di dalam keuangannya. Namun orang yang berpura-pura kaya tidak akan bisa santai melihat kekayaan orang lain yang telah melampauinya. Mereka akan sirik dan merasa tersaingi oleh kondisi tersebut.

Bisa dibayangkan bagaimana kondisi seseorang yang sirik dan merasa tidak senang atas pencapaian orang lain di sekitarnya. Orang yang pura-pura kaya ini akan merasa tidak bahagia atas kekayaan orang yang melebihi dirinya, bahkan merasa tertekan dengan hal tersebut, meski itu adalah seseorang yang dekat dengannya seperti teman atau keluarga.

4. Sensitif dan Sangat Peduli dengan Persepsi Orang Lain

Orang kaya tidak akan dipusingkan dengan persepsi orang lain atas dirinya, sebab mereka tidak mementingkan hal-hal yang bersifat remeh seperti itu. Orang kaya tidak memiliki minat dan waktu untuk membahas hal yang tidak perlu, bahkan meski itu terkait dengan kekayaan mereka. Namun orang yang pura-pura kaya akan bersikap sebaliknya, di mana mereka akan sangat mementingkan persepsi orang lain atas diri mereka, terutama atas kekayaan yang mereka miliki.

5. Membesar-besarkan Apa yang Dimilikinya

Bukan sikap orang kaya untuk selalu membesar-besarkan kekayaan mereka, terutama jika itu hanya untuk sekedar meninggikan diri saja. Orang yang pura-pura akan akan menunjukkan sikap yang berbeda, di mana mereka dengan sukarela akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk sekedar menunjukkan dan melebih-lebihkan kekayaan mereka kepada orang lain di sekitar mereka. Tapi, apakah mereka benar-benar kaya? Entahlah.

Selain kebiasaan dan perilaku 

antara orang kaya dan pura-pura kaya di atas, keduanya juga memiliki perbedaan dalam hal karakter atau hal mendasar lainnya. Orang yang pura-pura kaya ini sejatinya bisa dikategorikan miskin karena memang pendapatannya yang pas-pasan bahkan cenderung kurang dari kata layak. Lalu apa saja perbedaannya? Berikut hal-hal yang membuat mereka ini berbeda, yaitu:

Orang Kaya Lebih Berhemat Dibanding yang Miskin

Menjadi kaya dan hidup berkecukupan merupakan harapan setiap orang. Namun nyatanya tidak semua orang dapat mecapai kebebasan finansial dalam hidupnya. Hal ini banyak disayangkan, apalagi jika seseorang yang sudah menginjak usia senja, namun masih saja kesulitan dalam hal finansial.

Belum mapan secara finansial di usia dewasa tentu menjadi permasalahan tersendiri bagi yang mengalaminya. Sebagai bahan introspeksi diri, coba Anda perhatikan tingkah laku orang kaya dan orang miskin selama ini, tentu sangatlah jauh berbeda.

Kebiasaan orang kaya berikut ini jika diperhatikan dengan baik akan membuat Anda mengerti mengapa orang kaya cenderung lebih hemat dibandingkan dengan orang miskin sehingga membuat mereka lebih kaya lagi. Dan anehnya, hal ini tidak disadari oleh orang miskin.

Kerja Cerdas dan Keras Jadi Budaya Orang Kaya

Orang kaya akan lebih memilih menggunakan otaknya untuk berpikir serta memanfaatkan situasi dan kondisi agar menguntungkan bagi mereka. Hal ini berbeda dengan orang miskin yang memilih bekerja keras menggunakan otot, namun sejatinya hanyalah malas saja. Malas menggunakan otaknya untuk berpikir dan berusaha memperbaiki jalan hidupnya.

Sedangkan orang kaya mau bekerja memeras otaknya untuk dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Apabila orang miskin berpikiran jika dirinya tidak memiliki potensi apapun, maka itu adalah kesalahan yang sangat besar. Setiap orang pasti memiliki potensi. Semangat yang besar dan usaha yang nyata adalah modal utama untuk mencapai hidup sukses.

Orang Kaya Hobi Menabung dan Bukan Sekedar Anjuran yang Harus Dijalani

Menabung merupakan kebiasaan yang dilatih oleh orangtua sejak kecil kepada kita. Namun tidak semua orang mempertahankan usahanya untuk menabung hingga dewasa. Inilah kesalahan yang dilakukan oleh orang miskin.

Orang miskin akan memilih membelanjakan uangnya walaupun sedikit. Namun berbeda dengan orang kaya yang akan menunggu hingga saat yang tepat untuk membelanjakan uangnya.

Rela Berkorban dan Sanggup Menunda Keinginan

Salah satu hal yang kerap membedakan orang kaya dan orang miskin adalah dalam memanfaatkan gajinya. Orang kaya akan menunda kebutuhan yang dianggapnya hanya sebatas keinginan saja. Namun orang miskin akan membelanjakan gajinya untuk sesuatu yang dia inginkan.

Orang kaya bisa menunda keinginannya untuk bisa mendapatkan sesuatu yang besar hingga dapat membeli barang-barang kecil tersebut bahkan yang melebihinya. Namun berbeda dengan orang miskin yang mendapatkan gaji sedikit saja langsung ingin dibelanjakan berbagai macam yang sebatas keinginan.

Orang Kaya Lebih Cermat dan Jeli Saat Belanja

Barang yang akan dibeli orang kaya adalah barang-barang yang memiliki kualitas tinggi. Bagi orang kaya, bukanlah suatu permasalahan jika harus membayar lebih untuk mendapatkan barang dengan kualitas tinggi sehingga tidak mengecewakan.

Orang miskin akan lebih memilih membeli barang murah namun banyak. Ada harga ada kualitas. Jika barang-barang yang dibeli memiliki harga yang  rendah, tentu barang yang dibeli akan lebih cepat usang. Sedangkan kita mengetahui barang yang memiliki harga tinggi pastinya memiliki kualitas sangat jauh di atas barang dengan harga murah.

Orang Kaya Tidak Mudah Puas dengan Apa yang Sudah Dicapai

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bagi orang miskin jabatan dan gaji adalah puncak dari segala sesuatu. Namun bagi orang kaya apalah arti sebuah jabatan dan gaji jika seseorang dapat memegang jabatan tertinggi dalam usahanya sendiri dan justru dapat menggaji orang lain, bukan sebatas menunggu gaji dari atasan.

Orang kaya cenderung merasa terus harus meningkatkan apa yang sudah dicapainya saat ini. Terus ingin mengembangkan usahanya, dan terus belajar meningkatkan kemampuannya.

  • Orang Kaya Memiliki Passive Income dari Asetnya

Orang kaya yang memiliki banyak uang di bank, belum tentu semata-mata karena kerja terus menerus. Namun bisa saja ia dapatkan dari bunga bank hasil simpanannya. Ada beberapa bank yang menyediakan bebas biaya administrasi jika nasabah memiliki tabungan dalam jumlah tertentu. Lagi-lagi, hal ini merupakan strategi orang kaya untuk menghasilkan uang. Orang kaya tidak perlu kerja keras lagi jika bunga yang dia dapatkan sangatlah cukup untuk melanjutkan kehidupan.

Berbeda dengan orang miskin yang memiliki kelemahan dalam mendapatkan bunga. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan bunga yang tinggi dari bank jika memiliki tabungan sedikit saja sudah diambil untuk memuaskan keinginannya.

Orang Kaya Lebih Totalitas dan Tak Pilih-Pilih Pekerjaan

Orang miskin seringkali justru memiliki gengsi yang tinggi dalam memilih pekerjaan. Baginya jabatan dan gaji yang tinggi adalah cara terbaik untuk mendapatkan kekayaan dan kejayaan hidup. Hal ini sudah sangat puncak dan cukup baginya untuk menjalankan hidup. Ini bertolak belakang dengan budaya orang kaya yang mau melakukan apa saja selama menghasilkan dan baik serta bukan hal salah.

Bagi orang kaya, bukanlah jabatan dan gaji yang penting. Jika tekun dalam melakukan sesuatu maka semua orang pasti bisa mencapai puncak karirnya. Oleh sebab itu tidak heran jika orang kaya rata-rata adalah seorang bos besar. Hal ini dikarenaka pada awal karir, orang kaya tidaklah banyak memilih tipe pekerjaan dan selalu menekuni bidang yang sedang dikerjakannya.

Punya Strategi Berhemat dari Setiap Pengeluaran

Orang kaya biasanya memiliki strategi  dalam memanfaatkan pengeluarannya. Tidak semata-mata memiliki uang banyak dan langsung membeli barang tanpa mempertimbangkan. Mereka akan menunggu hingga saat yang tepat untuk membeli sesuatu. Tepatnya menunggu hingga ada banjir diskon. Hingga saat itu orang kaya sudah memiliki cukup uang untuk mendapatkan berbagai barang kebutuhan.

Sedangkan orang miskin akan langsung membelanjakan uangnya. Jadi, jika ada banjir diskon maka uang mereka sudah keburu habis dibelanjakan di awal.

Hidup Apa Adanya dan Terus Berupaya yang Lebih Baik itu Menyenangkan

Ternyata  banyak sekali yang perlu kita pelajari dari kehidupan orang kaya. Terlihat jelas perbedaan perilaku orang kaya dan orang miskin dalam memperlakukan upahnya. Tentu hal ini dapat menjadi pembelajaran untuk lebih bisa mengatur pengeluaran dan dapat mempelajari kehidupan orang yang lebih dulu berhasil di depan kita.

Kaya atau tidaknya seseorang tentu bukanlah menjadi hal yang harus selalu menarik bagi orang lain. Namun untuk orang yang pura-pura kaya, penting bagi mereka agar mendapatkan pengakuan dan juga sanjungan atas hal tersebut. Sehingga mereka kerap menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak perlu. Dari kedua hal tersebut, kita tentu dengan mudah bisa tahu mana orang kaya dan mana orang yang pura-pura kaya saja, bukan?

Menjalani hidup mengalir dan apa adanya membuat diri juga lebih terlihat percaya diri dan berkelas. Jangan berlaku seolah ingin terlihat kaya. Hal ini justru akan menenggelamkan kehidupan Anda dan membuat hidup tidak dapat berkembang. Bukanlah pendapat orang yang penting, melainkan menata hidup ke depan jauh lebih penting dibandingkan mendengar pendapat orang yang tidak bermanfaat.

 

cari-kredit-DISITU-pilihanmu