avatardisplay_general
DISITU
01 Oct 2018

Kekeringan Pengaruhi Persediaan Pangan di Indonesia

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/101001/Kekeringan%20Pengaruhi%20Persediaan%20Pangan%20di%20Indonesia.jpg

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak bulan April kemarin. Puncak musim kemarau ini terjadi pada Agustus dan September 2018. Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pihak BMKG memprediksi musim kemarau ini adalah musim kemarau normal dan tidak dipengaruhi oleh angin El Nino yang menyebabkan kekeringan parah seperti pada 2015. Angin Monsun Australia atau yang biasanya disebut angin timuran merupakan pengaruh yang cukup besar untuk wilayah Indonesia.

Bencana Alam

Sejumlah daerah juga harus mewaspadai ancaman kekeringan karena curah hujan yang diprediksikan cukup rendah. Bebebrapa kabupaten di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta telah mengalami kekeringan karena sudah lebih dari sebulan terakhir tidak turun hujan. Sampai dengan tanggal 19 Juli, sebanyak 119 tangki air bersih telah didistribusikan dari sumber dana APBN untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah tersebut. Bahkan masyarakat di wilayah Krangkeng, Kabupaten Indramayu memanfaatkan cadangan air yang terdapat di kubangan karena sulitnya memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang disebabkan air di sumur-sumur warga mulai mengering.

Bencana kekeringan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat rentan terjadi sehingga harus diwaspadai masyarakat pada saat musim kemarau datang. "Pada saat puncak musim kemarau di wilayah Indonesia perlu diwaspadai untuk daerah-daerah yang rentan terhadap bencana kekeringan, karhutla. Untuk musim kemarau tahun 2018 diprakirakan tidak separah musim kemarau tahun 2015 karena sampai dengan pertengahan tahun 2018 iklim di Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah, sehingga kemarau tahun ini akan berimplikasi positif pada tanaman palawija dan tanaman semusim yang tidak teralu memerlukan banyak air," tutur Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG.  

Beberapa daerah telah melakukan tindakan persiapan atau antisipasi dari kekeringan yang mungkin akan terjadi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta telah mulai memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan dan krisis air bersih meskipun tim belum menerima laporan adanya daerah kekeringan ataupun krisis air bersih secara formal. Tim diterjunkan ke titik-titik tertentu yang biasanya mengalami krisis air bersih saat kemarau untuk memeriksa keadaan setiap daerah.

Persiapan ini juga dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan mengantisipasi bencana kekeringan di berbagai Kabupaten dan kota di Jateng. Sejauh ini, dari 35 kabupaten kota, ada 4 daerah yang menjadi pengawasan khusus. Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah, menyatakan telah mendistribusikan truk tangki ke daerah terdekat yang memiliki ancaman kekeringan, serta ada 2.000 tangki yang disiapkan untuk keadaan yang sifatnya darurat.