avatardisplay_general
DISITU
06 Jul 2018

Beberapa Ketentuan Gadai BPKB Motor Syariah

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1807/180706/Ketahui Beberapa Ketentuan Gadai BPKB%20 Motor Syariah Berikut Ini.jpg

Melakukan gadai motor mungkin masih membuat ragu beberapa kalangan. Apalagi bagi yang masih mempertanyakan sistem gadai. Apakah sesuai dengan syariat islam atau tidak. Mungkin bagi Anda yang masih ragu dapat memilih gadai BPKB motor syariah. Sistem gadai yang satu ini memang dipercaya sesuai dengan syariat islam yang berlaku. Namun, perlu diketahui jika ada ketentuan dalam gadai syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Ketentuan ini tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 25/DSN-MUI/III/2002.

Ada beberapa poin ketentuan yang harus Anda pahami sebelum mulai melakukan gadai syariah. Poin-poin ini yang akan menjadi gambaran Anda tentang gadai syariah. Berikut beberapa poin yang harus Anda mengerti seputar gadai syariah.

1. Penahanan Barang Jaminan

Pertama adalah masalah penahanan barang jaminan. Dalam fatwa yang dikeluarkan DSN disebutkan jika pihak penerima gadai (murtahin) memiliki hak untuk melakukan penahanan barang jaminan. Penahanan ini berlaku hingga hutang yang dimiliki pihak nasabah (rahin) lunas. Jadi barang yang dijaminkan akan berada dalam penahanan penerima gadai hingga nanti nasabah melunasi pinjaman. Jadi jika Anda menginginkan barang Anda kembali, harus terlebih dahulu melunasi pinjaman yang sebelumnya Anda pinjam dengan jaminan barang tersebut.

2. Kepemilikan Barang Jaminan

Selanjutnya adalah masalah kepemilikan barang jaminan. Pada fatwa tersebut dikatakan bahwa barang jaminan tersebut beserta manfaatnya masih menjadi milik nasabah. Maka sejatinya kepemilikan barang yang Anda jaminkan dalam gadai BPKB motor syariah masih menjadi milik Anda. Hanya saja sesuai poin pertama, barang tersebut masih harus ditahan hingga pelunasan hutang telah Anda lakukan. Begitu juga dengan manfaat barang yang Anda jaminkan masih menjadi milik Anda.

3. Pemeliharaan Barang Jaminan

Poin ketiga adalah masalah pemeliharaan barang jaminan. Untuk masalah ini fatwa menyebutkan jika sejatinya pemeliharaan barang jaminan menjadi kewajiban pemilik (nasabah). Tapi, di sini dapat dilakukan oleh penerima gadai. Namun, perlu diingat jika biaya pemeliharaan dan penyimpanan menjadi kewajiban dari nasabah. Jadi Anda diwajibkan membayar biaya pemeliharaan dan penyimpanan kepada penerima gadai. Ini dapat disebut sebagai biaya jasa untuk perawatan kendaraan Anda yang dalam jaminan. Karena dasarnya kewajiban ini adalah kewajiban Anda selaku pemilik barang.

4. Besar Biaya Pemeliharaan

Untuk masalah pembiayaan tentu ketentuan berbeda antar penyedia gadai. Semua tergantung dengan ketentuan yang berlaku. Akad inilah yang kemudian akan mengikat Anda dan pihak penyedia gadai terkait dengan biaya yang dikeluarkan. Namun, fatwa DSN menyebutkan jika besar biaya ini tidak boleh dikaitkan dengan jumlah pinjaman. Dalam artian penentuan biaya pemeliharaan tidak boleh terikat dengan jumlah pinjaman. Jadi ini akan berbeda dengan suku bunga yang biasanya ditentukan besarannya sesuai dengan jumlah pinjaman.

5. Mekanisme Jual Barang Gadai

Selanjutnya ada mekanisme jual barang gadai. Untuk masalah ini ada empat poin yang diambil terkait mekanisme barang gadai. Berikut keempat poinnya.

  • Pihak nasabah wajib diingatkan untuk melunasi hutangnya saat jatuh tempo.

  • Apabila pihak nasabah belum melunasi hutangnya saat jatuh tempo, maka barang jaminan dapat dijual atau dilelang melalui mekanisme syariah.

  • Hasil penjualan nantinya digunakan untuk melakukan pelunasan hutang beserta biaya pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dilunasi.

  • Kelebihan dan kekurangan penjualan akan dikembalikan kepada nasabah. Jadi nasabah berhak mendapatkan kelebihan dari penjualan jika hutang ternyata sudah lunas. Namun, jika ternyata hasil penjualan masih kurang dari hutang nasabah wajib membayar sisanya.

Beberapa poin di atas adalah hal-hal yang harus Anda ketahui ketika akan melakukan gadai BPKB motor syariah. Keenam poin di atas adalah ketentuan yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional yang harus dipenuhi penyedia gadai syariah. Memang bentuk jasa gadai sudah berkembang menjadi berbagai macam bentuk. Bahkan ada jasa gadai online yang hadir melalui kredit multiguna seperti di disitu.com. Produk kredit multiguna online di disitu.com dapat menjadi jalan keluar mudah untuk solusi masalah keuangan Anda.