avatardisplay_general
DISITU
24 Jul 2018

Kiat-kita Untuk Kamu Yang Ingin Mendirikan Start-Up

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1807/180724/Kiat Usaha Sukses Untuk Kamu Yang Ingin Mendirikan Start Up.jpg

Di era Revolusi Industri 4.0, istilah perusahaan “start-up” jadi semakin viral. Viralitas start-up terjadi bukan hanya karena konsep usaha yang fresh dan inovatif, melainkan melambungnya keuntungan yang dihasilkan. Berdasarkan data Venture Beat, sampai saat ini ada 229 start-up yang berhasil mendapat gelar “unicorn”, perusahaan dengan nilai mencapai US$ 1 miliar! Tidak heran, banyak orang berlomba mendirikan start-up. Kamukah salah satunya? Jika ya, berikut ini kami berikan kiat usaha sukses yang perlu kamu lakukan.

7 Kiat Usaha Sukses Untuk Pebisnis Start-Up

Meningkatnya jumlah start-up otomatis makin mengetatkan kesempatanmu buat sukses membuka usaha di bidang ini. Tapi tenang, kesempatan suksesmu masih besar kok! Asal kamu mau menerapkan kiat usaha sukses berikut ini.

1. Mau Belajar Teknologi

Kalau kamu ingin mendirikan usaha start-up, kamu dituntut memiliki kemampuan mumpuni. Bukan hanya kemampuan bisnis dan manajemen, kamu juga perlu memiliki kemampuan teknologi. Di era ini, sebagian besar start-up bergerak di bidang teknologi. Jadi kalau tidak mau belajar memahami teknologi, start-up yang kamu dirikan akan kalah saing. Jamin, deh!

2. Rajin Mengupdate Informasi

Kompetisi bisnis yang super ketat menuntut usaha selalu menyesuaikan diri. Kapanpun, keinginan pasar bisa berubah akibat cepatnya pergantian tren. Maka dari itu, kamu harus rajin mencari informasi baru tentang lingkungan eksternal start-up-mu. Dengan demikian, kamu dapat memprediksikan kapan tren akan berubah. Sehingga kamu bisa menyiapkan antisipasi supaya start-up yang kamu dirikan tetap bertahan.

3. Cari Relasi Sebanyak Mungkin

Layaknya pendirian perusahaan pada umumnya, mendirikan start-up butuh modal yang relatif tidak sedikit. Apalagi kalau teknologi yang digunakan lebih canggih. Untuk memastikan start-up-mu tetap mampu didirikan, kamu harus mendapat sokongan dana dari pihak ketiga. Untuk mendapat sokongan dana, kamu harus mencari sebanyak-banyaknya investor yang mau memodali idemu. Kiat yang satu ini benar-benar krusial. Banyak di luar sana start-up yang bangkrut sebelum berkembang akibat kurangnya permodalan.

4. Ciptakan Keunggulan Kompetitif

Sebelum mendirikan start-up, pastikan ide dasar usahamu inovatif. Dengan kata lain, berbeda dari start-up yang pernah ada sebelumnya. Kalau kamu kesulitan menemukan ide yang benar-benar “unik”, kamu bisa menerapkan prinsip ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Jadi sah-sah saja kamu punya ide “mirip” dengan start-up lain, akan tetapi pastikan idemu tetap memiliki perbedaan yang lebih baik. Sehingga start-up yang kamu dirikan tetap dapat mencapai keunggulan kompetitif.

5. Tidak Takut Berubah

Baru-baru ini, banyak perusahaan lama yang gagal karena terjebak di comfort zone. Perusahaan-perusahaan ini gagal menghadapi perkembangan zaman, sehingga akhirnya tergerus persaingan. Kalau kamu ingin mendirikan start-up, jangan sampai paradigma “nyaman” ini menjebakmu. Apabila kamu merasa start-up-mu kurang inovatif, kamu harus berani melakukan perubahan. Tidak perlu menunggu start-up mengalami kebangkrutan.

6. Memiliki Pola Pikir Efektif-Efisien

Saat akan mendirikan start-up, modal yang kamu miliki mungkin tidak terlalu besar. Tapi jika ingin sukses, kamu perlu menerapkan kiat yang satu ini. Kamu perlu memiliki pola pikir efektif-efisien. Maksudnya, kamu perlu mampu memikirkan strategi memaksimalkan keuntungan dengan sumber daya minimalis. Salah satu strategi yang dapat kamu terapkan misalnya strategi pemilihan lokasi start-up. Kamu dapat bekerjasama dengan start-up lain untuk menyewa co-working space. Tidak perlu memiliki kantor besar dengan seketika.

7. Visioner Dan Berani Mengambil Risiko

Bill Gates pernah berkata, “Untuk memenangkan sesuatu yang besar, kamu harus berani mengambil risiko yang besar pula.”. Supaya sukses mendirikan start-up, kamu perlu menjadi seorang pemimpin yang mampu memandang jauh ke depan. Kamu harus punya sasaran ke mana start-up-mu akan dijalankan. Dan berani mengambil risiko apapun untuk mencapainya.