avatardisplay_general
DISITU
18 Sep 2018

Letusan Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Waspada

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180918/Letusan%20Gunung%20Anak%20Krakatau,%20Warga%20Diminta%20Waspada.jpg

Sejak dua pekan terakhir, aktivitas gunung Anak Krakatau yang dinilai sebagai aktivitas gunung api yang sulit di prediksi terus mengalami peningkatan. Ratusan letusan yang telah terjadi sejak awal bulan September hingga dini hari.  

Pihak Pemantau Gunung Anak Krakatau menyebutkan gunung vulkanik aktif yang berada di Selat Sunda itu mengalami tremor terus-menerus. Gempa tremor ini merupakan gempa yang bisa mengindikasikan aktivitas vulkanik dan menjadi paramater penting sebelum terjadi letusan.

Bencana Alam

Letusan-letusan ini disertai dengan adanya percikan api dan suara dentuman, serta getaran kecil disekitar kaki gunung. Namun, pihak Pos Pengamatan menyampaikan bahwa kondisi ombak dan permukaan laut dinilai cukup tenang. Situasi ini tentunya masih terus berada didalam pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pengamatan visual pada malam hari yang dilakukan secara langsung maupun melalui CCTV mendapati adanya sinar api dan guguran lava pijar yang keluar dari gunung api, menunjukkan status level II atau waspada pada aktivitas gunung api ini. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak mendekati gunung tersebut setidaknya dalam radius dua kilometer.

Anak Krakatau ini mengalami dua letusan dengan mengeluarkan asap hingga ketinggian 1.000 meter. Hal ini menyebabkan ratusan nelayan yang berada di Lampung Selatan tidak berani melaut ke sekitar gunung tersebut karena hembusan abu vulkanik dinilai dapat mencapai 400 derajat celcius.

Gunung Anak Krakatau muncul setelah 40 tahun bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut terjadi, sebagai hasil dari letusan Gunung Krakatau. Letusan Gunung Krakatau yang merupakan letusan paling dahsyat itu terjadi pada tanggal 26-27 Agustus 1883 dan menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

Gunung Anak Krakatau mengalami penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun yang disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung yang mendorong pertumbuhan tinggi gunung secara terus menerus. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.