avatardisplay_general
DISITU
31 May 2018

Strategi Untuk Mengelola Dana Modal Usaha Anda

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1805/180531/Mengelola Dana Modal Usaha Gini 5 Strategi yang Wajib Kamu Tau.jpg

Seringkali, seorang pebisnis mengalami kolaps dana tanpa sadar. Penyebabnya dapat berasal dari mana saja. Mungkin karena produk yang tiba-tiba rusak, bencana, atau kerugian materiil lainnya. Karena masalah semacam ini sulit diprediksi, maka Anda perlu cerdas dalam mengelola dana modal usaha

Benjamin Franklin, seorang ekonom yang juga pendiri negara adidaya Amerika Serikat, pernah berkata: Waspadalah dengan biaya-biaya sepele. Sebuah kapal besar pun dapat karam karena lubang kecil. Prinsip seperti ini perlu Anda terapkan pula dalam bisnis. Ibaratkan usaha Anda sebagai kapal besar. Jika Anda tidak hati-hati dalam menghitung biaya, maka profit Anda pun tidak akan maksimal. Atau lebih buruk lagi, Anda akan terancam kebangkrutan. Tidak mau, bukan? Maka dari itu, Anda perlu lebih cerdas dalam mengelola dana modal usaha. Anda bisa menerapkan strategi berikut.

5 Strategi Mengelola Dana Modal Usaha Agar Profit Maksimal

Sebelum memahami trik-trik ini, hapuslah anggapan negatif dari pikiran Anda : bahwa maksimalisasi profit berarti “serakah”. Bisnis adalah perang. Anda berhadapan dengan kompetitor yang juga ingin mengalahkan Anda. Supaya dapat berdiri sebagai “pemenang”, strategi berikut ini perlu Anda terapkan.

1. Pahami Konsep Fixed Cost, Variable Cost, Dan Mixed Cost

Dalam bisnis, ada tiga jenis biaya: fixed, variable, dan mixed. Fixed Cost adalah biaya tetap yang hanya Anda keluarkan sekali untuk jangka panjang, misalnya gedung dan mesin. Variable Cost adalah biaya yang Anda keluarkan secara rutin dalam jangka pendek, misalnya gaji karyawan perawatan mesin, dan biaya listrik. Sedangkan Mixed Cost adalah biaya yang Anda keluarkan untuk jangka panjang, tapi angkanya tidak dapat dipastikan, misalnya pajak. Konsep ini perlu Anda pahami agar tidak salah mengalokasikan dana untuk perhitungan profit.

2. Tentukan Nominal Keringat Anda

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pebisnis adalah lupa menghitung tenaga yang dikeluarkan sendiri. Anda dapat menghabiskan waktu berjam-jam di ruang supervisi, mondar-mandir mengecek kinerja karyawan, tanpa “menggaji” diri Anda sendiri. Hal ini baik. Tapi Anda perlu berjaga-jaga untuk masa sulit. Jika Anda tidak menetapkan gaji pribadi, maka Anda akan “kelaparan” saat profit Anda tidak mencukupi. Kalau Anda masih single, ini tidak masalah. Bagaimana jika Anda telah berkeluarga?

3. Perhatikan Breakeven Point Produk

Setelah menghitung semua biaya, maka langkah selanjutnya adalah menghitung Breakeven Point produk. Breakeven Point atau sering disingkat BEP, adalah akumulasi biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu unit produk. Istilah lainnya adalah “harga pokok”. Ini hal krusial yang perlu dilakukan sebelum Anda menentukan profit. Jika Anda dapat menetapkan BEP sedetail mungkin, maka Anda dapat menentukan profit dengan lebih mantap. Tanpa takut profit Anda akan keluar karena biaya yang lupa disertakan dalam penghitungan BEP.

4. Target Profit Yang Ingin Dicapai

Setelah BEP ditentukan, kini tinggal memastikan profit. Dalam mengelola uang modal usaha, menentukan jumlah pasti profit sangatlah penting. Hal tersebut dikarenakan jumlah profit berperan dalam menentukan keputusan bisnis. Kapan Anda akan membuka cabang, membuat varian produk, atau mulai menawarkan perusahaan Anda pada investor.

5. Antisipasi Kerugian

Seperti yang diterangkan di awal, kerugian bisa menimpa Anda kapan saja. Bisa saja pabrik Anda beroperasi dengan baik hari ini. Tapi Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kebakaran, gempa, atau bencana lainnya yang bisa menghancurkan pabrik seketika. Untuk menyikapi ini, Anda perlu melakukan antisipasi yang baik. Hal paling simpel yang dapat dilakukan adalah mengasuransikan perusahaan Anda.

6. Tertib Dalam Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan pedoman utama Anda dalam mengelola uang modal usaha. Dengan adanya laporan keuangan, Anda dapat mengawasi bagaimana laju perusahaan secara periodik. Mulai dari biaya rutinan yang keluar hingga profit yang diperoleh tiap bulan. Maka dari itu, Anda perlu tertib membuat laporan keuangan. Dengan mengikuti standar akuntansi keuangan yang biasa digunakan perusahaan.