avatardisplay_general
DISITU
09 Jun 2018

Layanan Gadai Gabah Pegadaian Untuk Para Petani

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1806/180609/Menjemput Senyum Petani dalam Memanfaatkan Layanan Gadai Gabah Pegadaian.jpg

Sebagai bagian dari masyarakat yang perannya sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, petani punya hak yang sama dalam mendapatkan layanan pembiayaan yang aman dan mudah. Mak dari itulah, Pegadaian sebagai perusahaan milik pemerintah memberikan layanan khusus bertajuk Kredit Tunda Jual Gabah (KTJG).

Artinya, petani dengan ketentuan tertentu dapat menggadaikan gabahnya kepada pegadaian, sehingga mereka bisa mendapatkan dana tunai untuk dipakai beragam keperluan. Melalui dana pinjaman dengan agunan gabah, mereka akan bisa memeroleh dana untuk modal usaha pertanian pascapanen maupun modal tanam untuk periode berikutnya.

Jadi mulai saat ini Anda harus merubah pemikiran bahwa hanya emas, surat tanah atau BPKB saja yang bisa dijadikan barang agunan alias digadaikan. Sebab, rupanya gabah pun bisa digadaikan sehingga menjadi angin segar bagi perekonomian petani di daerah.

Berikut ini sejumlah uraian terkait alasan serta ketentuan dari Pegadaian tentang peluang dijadikannya gabah sebagai barang gadai:

1. Gabah dapat dijadikan barang gadai, sebab ia memenuhi sejumlah kriteria di antaranya bisa diijadikan Gabah Kering Giling (GKG), jangka penyimpanannya cukup panjang yakni hingga dua tahun serta memiliki standar kualitas dan standar kemasan.

Di sisi lain, Gabah Kering Giling juga dapat diperhitungkan nilai penyusutannya, memiliki teknik pergudangan yang sederhana serta memiliki harga pasar yang transparan. Dengan kriteria di atas, Pegadaian sangat terbuka dalam menerima gabah petani untuk digadaikan.  

2. Dalam menyambut barang agunan dari petani berupa gabah, Pegadaian menetapkan mekanisme yang apik, yakni menetapkan bunga yang rendah, proses yang mudah serta layanan profesional.

3. Tujuan menjadikan gabah sebagai barang agunan yakni mendorong petani agar dapat memiliki modal pembiayaan untuk usaha tanam di periode musim tanam selanjutnya. Di sisi lain, upaya tersebut dapat menyelamatkan petani dari beragam kerugian.

Kerugian yang dimaksud yakni praktik meminjam uang kepada rentenir karena terdesak ekonomi, menjual gabah dengan harga yang sangat rendah kepada tengkulak, maupun mendukung pengembangan bisnis petani di sector pascapanen.

4. Usaha gadai gabah di pegadaian bersifat lindung nilai. Dengan begitu, ketika harga jual gabah jatuh karena produksi melimpah, maka nilai taksiran harga gabah tidak akan terlalu rendah karena telah ditetapkan batas atasnya. Petani pun akan terhindar dari kerugian ketika menggadaikan gabah di Pegadaian.

5. Gadai gabah di Pegadaian akan menjadi sarana edukasi yang efektif bagi petani dalam berpartisipasi di pengelolaan keuangan yang sehat. Sekaligus, mereka juga akan mendapatkan peluang pembiayaan yang aman dan mudah.

6. Pada praktiknya, mekanisme gadai gabah di Pegadaian masih serba terbatas, maksudnya belum berlaku bagi seluruh petani di Indonesia. Penyaluran KTJG masih terbatas untuk untuk para petani yang berdomisili di sekitar kantor cabang Pegadaian yang ditunjuk. Selanjutnya, mekanisme pemberian modal kerja melalui para agen serta persyaratan jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Pegadaian.

Demikianlah informasi tentang peluang gadai gabah di Pegadaian. Meski masih terbatas, praktik gadai gabah dengan maksud yang baik, yakni mendukung kesejahteraan petani telah dimulai. Semoga praktik tersebut terus mengalami pengembangan dan perbaikan, sehingga praktik gadai gabah bisa diberlakukan untuk petani secara nasional.

Gadai gabah memiliki banyak manfaat baik bagi Pegadaian maupun bagi petani yang melakukannya. Sebab, Pegadaian akan memberikan sumbangsih bagi stok gabah dalam negeri dan pembelinya telah pasti, sedangkan petani akan dapat keuntungan dari sisi mendapatkkan dana dadakan untuk keperluan pengembangan usaha tani.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu