avatardisplay_general
DISITU
07 Oct 2018

Nabung Saham, Cara Baru Investasi Menguntungkan

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/181007/Nabung%20Saham,%20Cara%20Baru%20Investasi%20Menguntungkan.jpg

Pepatah yang mengatakan rajin menabung pangkal kaya tentu bukan bualan semata. Bukan sekedar pepatah lama, kalimat tersebut menjadi pengingat bagi kita semua agar rajin menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung agar kelak tidak menderita di masa tua.

Agar tetap memiliki dana yang cukup untuk menghidupi kebutuhan di masa tua, banyak orang menyimpan uang dengan menabung di bank, membeli emas, atau mendaftar asuransi.

Tapi selain ketiga cara tersebut, kini ada cara lain yang disebut-sebut bisa menjadi jalan investasi alternatif yang lebih menguntungkan, yaitu dengan menabung saham. Mendengar kata saham mungkin Anda sudah merasa pusing karena permainan saham dinilai tidak mudah dan berisiko tinggi.

Eits, jangan minder dulu. Kini pemerintah justru tengah gencar mendorong masyarakat untuk mulai menabung saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenapa saham? Melansir dari laman resmi BEI, kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan berinvestasi menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah mendorong masyarakat untuk menabung saham.

Melalui program Yuk Nabung Saham (YNS), pemerintah ingin mendorong masyarakat menjadi investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Dengan begitu masyarakat bisa membantu perekonomian Indonesia dengan menanamkan modalnya dan mendapat imbalan berupa hasil keuntungan dari saham tersebut.

Nabung Saham = Risiko Besar?

Bagi masyarakat yang belum pernah berurusan langsung dengan saham, tentu merasa takut dan was-was untuk mencoba berinvestasi pada bidang ini. Padahal jika telah mengetahui fakta sebenarnya di balik nabung saham, maka bisa jadi Anda justru ketagihan untuk berinvestasi dengan saham.

Bukan tanpa alasan, untuk bisa memiliki tabungan saham seseorang bisa memulainya dengan modal Rp 100 ribu (tergantung perusahaan). Jumlah tersebut memang terlalu sedikit untuk mendapatkan keuntungan. Namun bagi Anda para generasi muda yang ingin belajar berinvestasi, modal tersebut rasanya cukup untuk mempelajari situasi pasar modal. Setelah cukup berpengalaman Anda bisa meningkatkan modal atau membeli saham perusahaan lain.

Nah bagi Anda yang ingin segera mulai menabung saham, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan agar investasi yang dilakukan tidak sia-sia dan menghasilkan.

  1. Siapkan Dana dan Rencana

Investasi

Sebelum benar-benar membeli saham, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu istilah-istilah yang umum digunakan di pasar saham. Hal ini jelas penting sebab meskipun saham bisa dibeli dengan mudah Anda tetap perlu mempelajari hal-hal dasarnya agar tidak bingung saat telah menjadi investor. Lebih baik lagi jika Anda melakukan riset kecil-kecilan untuk melihat situasi pasar saham dan memetakan perusahaan yang potensial serta memiliki rancangan pengembangan yang jelas. Ingat menabung saham tetap memiliki risiko, jadi agar tidak salah langkah membekali diri dengan pengetahuan saham yang cukup adalah langkah bijak.

Sementara itu jangan lupa siapkan juga uang yang akan digunakan sebagai modal berinvestasi. Jangan hanya karena tergiur dengan keuntungan besar, Anda kemudian menggunakan sebagian besar pendapatan untuk membeli saham tanpa perhitungan apapun.

 

  1. Membuka Rekening

Investasi

Sama halnya seperti menabung di bank pada umumnya, Anda juga memerlukan akun untuk bisa membeli saham. Karena itu siapkan dokumen penting seperti KTP, NPWP, dan buku tabungan saat hendak membuka tabungan saham.

 

  1. Tentukan Saham yang Akan Ditabung

Investasi

Setelah membuka rekening untuk menabung saham, kini Anda bisa mulai menentukan berapa saham yang akan ditabung. Perlu diingat bahwa pembelian minimal di pasar saham adalah 1 lot atau 100 lembar saham sebuah perusahaan.

 

  1. Setor Dana Rutin

Investasi

Jika sudah membeli saham bukan berarti Anda lepas begitu saja dan menunggu keuntungan. Agar jumlah saham yang Anda miliki semakin banyak, Anda justru harus menyetorkan dana setiap bulannya guna membeli saham lain.