avatardisplay_general
DISITU
27 Sep 2018

Nyeri saat Haid? Waspada Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201809/180927/Nyeri%20saat%20Haid_%20Waspada%20Hal%20Ini%20Bisa%20Jadi%20Penyebabnya.jpg

Haid atau menstruasi merupakan siklus bulanan alami yang pasti dialami semua wanita normal. Walaupun siklus yang selalu berulang, tamu bulanan wanita yang satu ini selalu menyimpan masalah tersendiri setiap berkunjung.

Salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan saat haid datang adalah rasa nyeri di bagian perut. Bukan sekedar nyeri biasa, beberapa wanita bahkan mendeskripsikan rasa sakitnya seperti sakit perut akibat dipukul atau bahkan sakit seperti akan melahirkan. Bahkan pada beberapa kasus nyeri datang bulan dapat membuat seorang wanita tidak mampu berdiri dan akhirnya mengganggu aktivitas.

Meski demikian sebagian besar wanita menganggap sakit perut atau nyeri haid merupakan hal yang wajar terjadi sehingga membiarkannya sembuh begitu. Padahal faktanya nyeri haid bukan sesuatu yang bisa disepelekan.

Bukan tanpa alasan, rasa sakit berlebihan saat menstruasi nyatanya bisa menjadi indikasi atau gejala dari penyakit tertentu. Seperti dilansir dari Everyday Health, berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nyeri saat haid.

  1. Endometriosis

Penyakit

Penyebab pertama nyeri saat haid adalah endometriosis. Penyakit ini merupakan kondisi ginekologis dimana jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Setiap bulannya, jaringan ini juga menebal dan luruh. Sayang karena berada di luar rahim darah tidak bisa keluar, mengendap, dan akhirnya melekat pada organ panggul. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan rasa sakit saat haid disertai pendarahan berlebihan.

  1. Adenomiosis

Penyakit

Hampir sama dengan endometriosis, namun perbedaan mendasarnya adalah adenomiosis berada di dalam otot rahim. Akibatnya dinding rahim menjadi lebih tebal dan membuat haid terasa sangat menyakitkan. Beberapa ciri dari penyakit ini seperti timbul gumpalan darah saat haid, kram perut hebat, serta durasi menstruasi yang berkepanjangan.

  1. Fibroid

Penyakit

Penyakit yang juga dikenal dengan miom ini merupakan tumor jinak akibat adanya pertumbuhan abnormal dari sel otot rahim. Fibroid sendiri memiliki ukuran yang berbeda-beda pada setiap penderita dan bisa timbul lebih dari satu. Jika miom sudah membesar pengobatan melalui meja operasi harus dijalani agar tidak terus menimbulkan rasa sakit.

  1. Cacat Uterus (Rahim)

Penyakit

Sama seperti namanya, sensasi sakit perut atau nyeri saat haid juga bisa diakibatkan karena cacat bawaan sejak lahir. Hal ini terjadi ketika seorang wanita dalam masih dalam kandungan, rahim tidak terbentuk secara sempurna.

Seharusnya rahim terbentuk dari dua struktur bernama Duktus Mulerrian, namun karena tidak terbentuk sempurna menyebabkan sakit saat haid, ketidaksuburan, bahkan nyeri saat berhubungan intim. Rasa sakit tersebut muncul karena penyumbatan selaput yang membagi uterus dan vagina.

  1. Radang Panggul

Penyakit

Nyeri haid yang begitu tidak tertahankan bisa saja terjadi akibat adanya infeksi radang panggul. Penyakit ini sendiri merupakan kondisi dimana terjadi infeksi di organ reproduksi wanita seperti serviks, uterus, tuba fallopi, dan juga ovarium. Infeksi tersebut yang kemudian membuat haid terasa menyakitkan bahkan kesulitan untuk hamil. Untuk penyebabnya sendiri salah satunya melalui hubungan seksual yang kurang aman.