04 December 2017 00:00

Perlu Tahu, ini Perbedaan Pinjaman Online Resmi dan Palsu

DISITU

63.Perbedaan pinjaman online resmi dan palsu

Kehadiran internet tidak hanya dimanfaatkan para pengusaha untuk menawarkan produk-produk berbentuk barang. Kini, sejumlah lembaga pembiayaan yang melayani pinjaman juga memasarkan jasanya lewat internet. Bahkan, internet dijadikan brand image lembaga pembiayaan dengan mengatasnamakan diri sebagai lembaga pinjaman online. Salah satu kelebihan lembaga pinjaman online adalah memudahkan masyarakat ketika membutuhkan pinjaman dana tanpa syarat menyulitkan.

Namun, karena keseluruhan transaksi dilakukan secara online, pengguna layanan ini sering kali menjadi sasaran penipuan. Sudah banyak korban yang kehilangan uang jutaan rupiah akibat salah memilih lembaga pinjaman online yang tepat. Tentunya, kita tidak ingin menjadi korban berikutnya. Untuk itu, kenali perbedaan pinjaman online resmi dan palsu agar kita terbebas dari penipuan.

1. Ciri-Ciri Pinjaman Online Palsu

Ada beberapa hal yang dapat kita telusuri untuk memastikan sebuah penyedia pinjaman online termasuk resmi atau tidak. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Telusuri melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap lembaga pembiayaan di Indonesia harus terdaftar di OJK dan mematuhi aturan Bank Indonesia. Jika terdaftar di OJK berarti resmi. Sebaliknya, jika tidak terdaftar, lembaga tersebut bisa dikatakan rentenir online. Mereka bekerja layaknya rentenir, namun dilakukan melalui internet.
  2. Cek alamat kantor. Penyedia pinjaman online resmi memiliki alamat kantor yang jelas. Waspadalah jika situs penyedia pinjaman online hanya menampilkan nomor telepon tanpa informasi alamat kantor. Bisa jadi lembaga tersebut palsu.
  3. Cek keamanan website. Alamat website yang aman berawalan “https”, bukan “http”. Huruf “s” menunjukkan situs tersebut telah melalui proses enkripsi atau pengamanan. Keamanan website ini juga dapat dicek dari adanya gambar gembok pada alamat situs. Jika terdapat gambar gembok, maka situs tersebut dijamin keamanannya.
  4. Cek mekanisme peminjaman. Penyedia pinjaman online resmi akan terbuka mengenai syarat yang diberlakukan, termasuk informasi batas pelunasan, suku bunga, serta simulasi cicilan. Sementara pinjaman online palsu akan menutupi informasi ini.

2. Modus Penipuan Pinjaman Online Palsu

     Penipuan berkedok pinjaman online dapat kita cegah dengan mempelajari modus yang dilakukan pelaku, diantaranya:

  1. Kreditur menawarkan pinjaman dana cepat melalui nomor atau alamat email pribadi dengan mengatasnamakan bank atau lembaga tertentu. Berhati-hatilah dengan modus seperti ini, baik yang menghubungi lewat telepon, SMS, atau email.
  2. Kreditur meminta uang muka dengan mengatasnamakan biaya administrasi. Segera tolak layanan seperti ini, karena seluruh mekanisme pinjaman dana online dilakukan tanpa adanya biaya di muka.
  3. Kreditur mengabaikan IDI historis debitur. IDI historis adalah sistem informasi debitur berupa laporan tentang data-data keuangan debitur. Idealnya, jika IDI historis buruk, seperti pernah terlibat hutang berkepanjangan atau menunggak pembayaran kartu kredit, maka pengajuan pinjaman akan ditolak. Waspadalah jika IDI historis kita buruk namun tetap dikabulkan.
  4. Kreditur cenderung memaksa dan terus menghubungi debitur. Kita juga harus berhati-hati pada oknum yang terus menghubungi kita dan berulang kali menawarkan pinjaman dana dengan nada memaksa.
  5. Kreditur meminta informasi kartu kredit, ATM, hingga nomor PIN. Hal ini jelas penipuan, karena kreditur resmi tidak akan pernah meminta informasi rahasia seperti PIN.

3. Alternatif Menemukan Pinjaman Online Resmi

Menyadari maraknya penipuan berkedok pinjaman online memang membuat kita ragu melakukan pinjaman dana melalui internet. Sebaiknya buang pemikiran seperti ini. Selain mempelajari ciri-ciri pinjaman online palsu beserta modus penipuan yang dilakukan, kita juga bisa memanfaatkan fasilitas perantara pinjaman online