avatardisplay_general
DISITU
07 Jun 2018

Gadai BPKB Motor Jakarta Untuk Pinjaman Perusahaan

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1806/180607/Persyaratan Gadai BPKB Motor Jakarta Untuk Pinjaman Online Perusahaan.jpg

Disitu.com sebuah jasa pinjaman online yang menyediakan untuk perusahaan bukan hanya untuk umum atau pribadi saja. Karena dengan semakin banyaknya permintaan nasabah akan pinjaman untuk perusahaan. Terkadang perusahaan juga membutuhkan dana dengan cepat dan aman. Namun juga alasan lain perusahaan melakukan pinjaman juga bisa dikarenakan krisis keuangan. Hal itu dapat diatasi dengan mengajukan pinjaman multiguna dengan gadai BPKB motor Jakarta. Selain prosesnya cepat dikarenakan berbasis online. Namun juga persyaratan dokumennya yang tidak sulit dibandingkan dengan tempat gadai konvensional lainnya. Berikut informasi lengkap untuk pengajuan pinjaman online bagi perusahaan :

1. Fotokopi Identitas Komisaris Dan Direksi Perusahaan

Jika proses pengajuan pinjaman pribadi membutuhkan identitas berupa KTP tentu berbeda jika pinjamannya dilakukan oleh perusahaan. Fotokopi identitas komisaris dan direksi bertujuan untuk memastikan bahwa pinjaman tersebut dilakukan oleh perusahaan. Dan kedepannya yang mengurus segala pembayaran cicilan pinjaman gadai BPKB Motor Jakarta juga dilakukan oleh direksi perusahaan. Jika terdapat masalah dari proses pengajuan hingga pencairan dana pinjaman. Maka pihak jasa pinjaman online akan menghubungi langsung direksi perusahaan yang terkait. Sehingga akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan jika pihak kami mengetahui secara pasti identitas komisaris dan direksi perusahaan yang melakukan pinjaman.

2. Fotokopi NPWP

Kepanjangan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Nomor ini diberikan oleh Direktorat Jendral Pajak sebagai tanda pengenal dalam melaksanakan hak serta kewajiban perpajakan. Hal ini dijadikan patokan sebagai kesanggupan suatu perusahaan dalam membayar pajak setiap tahunnya. Hal ini menjadi tolak ukur kemampuan suatu perusahaan dalam menjalankan kewajibannya membayar pajak. Jika membayar pajak saja tidak mampu maka tentu saja pihak pemberi pinjaman online tidak akan melanjutkan proses pengajuan. Dikhawatirkan jika diberi pinjaman maka bisa macet dan sebagainya.

3. Fotokopi Rekening Tabungan Atau Rekening Koran Selama 3 Bulan Terakhir

Hal ini dijadikan patokan gadai BPKB motor Jakarta untuk mengukur sirkulasi keuangan dalam suatu perusahaan. Apakah bisa dibilang perusahaan ini stabil atau tidak bergantung dari sirkulasi keuangan yang ada di perusahaan tersebut. Jika perusahaan memiliki tabungan mengendap yang cukup banyak tentu pihak pemberi pinjaman yakin apabila suatu saat kredit macet bisa dibayar menggunakan tabungan. Namun jika rekening tabungan dan rekening Koran selama 3 bulan tidak stabil. Dimungkinkan perusahaan tersebut juga akan gulung tikar dan tidak bisa membayar cicilan. Pihak pemberi pinjaman online juga tidak mau menanggung resiko yang besar ketika memberi pinjaman.

4. Rekap Penghasilan 3 Bulan

Merupakan rekap dari seluruh bon, salinan piutang, catatan penjualan suatu perusahaan selama 3 bulan. Jika semua rekap bisa dibilang aman dan bisa dimungkinkan membayar cicilan pada pihak pemberi pinjaman. Maka kemungkinan besar proses pengajuan pinjaman akan diterima dengan cepat. Namun apabila sebaliknya tentu saja pemberi jasa pinjaman online tidak mau menanggung konsekuensinya. Karena pada dasarnya pemberi pinjaman memberikan pinjaman dana untuk mendapat keuntungan bukan kerugian.

5. Fotokopi Izin Usaha

Mencakup SPPT terakhir yaitu Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang. Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan besaran pajak yang terhutang kepada suatu perusahaan. Yang diterbitkan secara legal oleh Direktorat Jendral Pajak. Pajak terhutang ini harus dilunasi selambat-lambatnya 6 bulan. Terhitung dari tanggal diterimanya SPPT tersebut. Jika pembayaran SPPT ini tepat waktu maka akan memberikan nilai plus dari pihak pemberi pinjaman online. Jika suatu perusahaan tepat dalam membayar tagihan SPPT yang bersifat wajib tentu dapat ditarik kesimpulan. Bahwa perusahaan tersebut selalu bisa melaksanakan kewajibannya. Termasuk jika melakukan pinjaman tentu akan rutin membayar cicilan tiap bulannya karena sama-sama bersifat wajib seperti SPPT.