14 March 2018 00:00

Pinjaman Uang di Bank Untuk Menikah, Perhatikan Hal Ini

DISITU

https://images.disitu.com/artikel/497 Pinjaman Uang di Bank Untuk Menikah Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengajukannya.jpg

Setiap orang tentu menginginkan sebuah pernikahan. Namun tidak semua orang berani untuk menikah. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang malu dan tidak mampu untuk menikahi calon mempelai, salah satunya adalah masalah finansial. Di Indonesia sendiri, untuk melangsungkan pernikahan tergolong tidak murah. Mahalnya biaya pernikahan yang semakin hari semakin meningkat ini tentu menjadi masalah super penting yang selalu dihadapkan pada pasangan yang ingin menikah.

Tapi tak perlu cemas, bila Anda ingin mengajukan mengajukan pinjaman uang di bank untuk menikah, kini beberapa bank secara terang-terangan telah memberikan promosi produk layanan pinjaman tanpa menggunakan jaminan yang bisa digunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk biaya pernikahan. Namun dalam proses pengajuannya, Anda perlu memperhatikan beberapa hal dalam mengajukan pinjaman kepada bank sebagai berikut.

Pinjaman Uang Di Bank Untuk Menikah? Perhatikan Hal ini

1. Memilih KTA yang tepat

Pertimbangan paling penting dalam memilih KTA adalah besarnya bunga. Ini mungkin menjadi alternatif yang menggiurkan karena memperbolehkan Anda untuk meminjam sejumlah dana tanpa membutuhkan jaminan berupa motor atau properti. Pada umumnya, bank menampilkan suku bunga flat per tahun, atau per bulan di iklan, atau pun penawaran. Dalam melakukan perbandingan suku bunga, pastikan produk-produk KTA itu menggunakan metode perhitungan yang sama. Pertimbangkan juga biaya administrasi dan biaya apabila Anda ingin melunasi cicilan lebih cepat.

Meski tanpa jaminan, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan KTA sebagai modal nikah. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam pengajuan pinjaman KTA, salah satunya adalah kepemilikan kartu kredit paling tidak sudah 1 tahun berjalan sebagai media analisis bank untuk menilai kemampuan Anda dalam membayar tagihan kredit. Selain itu, Anda juga harus memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjamin kemampuan Anda untuk membayar pinjaman KTA ini.

2. Pastikan Anda memang sangat butuh

Pertimbangkan kembali apakah Anda sangat membutuhkan uang tambahan untuk biaya pernikahan. Karena sebenarnya, pernikahan bisa tetap berlangsung dengan dana yang Anda punya dengan mengurangi sejumlah pengeluaran. Contohnya dengan mengurangi jumlah undangan, atau memilih gedung yang lebih murah. 

Jika Anda masih memiliki waktu pernikahan kurang lebih 12 bulan, cobalah mengejar target tabungan. Namun, apabila ternyata pernikahan berlangsung dalam jangka waktu di bawah 12 bulan yang mengharuskan Anda menikah dengan biaya meminjam, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali segala resikonya. Karena Anda akan dikenakan beban tambahan berupa bunga ketika melunasinya. Hal inilah yang di kemudian hari bisa menimbulkan kesulitan pada keuangan keluarga Anda.

3. Besarnya pinjaman yang diajukan

Agar anda bisa membayar cicilan tanpa mengganggu pengeluaran lain, seperti kewajiban pembayaran cicilan lain, atau biaya kebutuhan sehari-hari, maka Anda perlu memperhatikan besarnya pinjaman yang akan Anda ajukan. Rasio tersebut harus dipenuhi, agar setelah menikah kebutuhan penting seperti membeli tempat tinggal, mempersiapkan dana untuk anak, tabungan dana darurat, dan lain-lain dapat Anda penuhi dan persiapkan.

4. Disiplin menggunakan pinjaman

Pastinya Anda tidak ingin masalah uang menjadi penyebab riuhnya pernikahan yang baru seumur jagung. Untuk itulah setelah pengajuan KTA disetujui, berkomunikasilah dengan pasangan mengenai dana tambahan bahwa biaya pernikahan kalian berasal dari dana pinjaman bank. Jika tidak ada komunikasi, ditakutkan akan ada selisih paham dalam membuat anggaran setelah menikah.

5. Mengetahui Batasan Berhutang

Melakukan hutang atau pinjaman untuk pembiayaan kebutuhan pribadi, khususnya pernikahan sah-sah saja. Tetapi kami menghimbau bahwa pinjaman dilakukan benar-benar untuk keadaan tertentu dan memang sesuai kebutuhan. Anda harus bisa memperhitungkan jumlah biaya yang boleh Anda pinjam dan itu ada kaitannya dengan kemampuan membayar Anda yang diback up dari pekerjaan yang Anda miliki sekarang.

Batas maksimal hutang atau pinjaman yang disarankan adalah 30% dari kombinasi pendapatan bersih antara Anda dan pasangan. Semakin kecil batasan, semakin baik. Selain itu, Anda juga harus cerdas dalam memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kondisi keuangan.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu