avatardisplay_general
DISITU
10 Jun 2018

Rincian Modal Bisnis Ayam Potong, Ayo simak!

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1806/180610/Rincian Modal Bisnis Ayam Potong.jpg

Bagi masyarakat Indonesia, bisnis ayam potong merupakan salah satu jenis usaha yang tidak asing lagi. Usaha ini mudah ditemukan di berbagai pelosok desa di tanah air. Bisnis ini memiliki mengalami musim laris pada saat menjelang hari raya Idul Fitri. Adapun rincian modal bisnis ayam potong yang harus Anda siapkan dalam menjalankan bisnis ayam potong ini. Berikut adalah ulasannya untuk Anda.

1. Kandang Ayam

Dalam membuat kandang ayam khususnya ayam broiler bisa menggunakan potongan bambu. Lebih baik jika pembuatan kandang ayam berada jauh dari pemukiman rumah warga. Hal tersebut dikarenakan peternakan ayam akan sangat mengganggu rumah di sekitar kandang karena bau ayam dan kotorannya yang sangat menyengat. Sebelum Anda membangun kandang ayam, sebaiknya Anda ijin kepada ketua RT, RW serta kelurahan setempat untuk menjamin kelancaran bisnis peternakan Anda.

Kandang ayam broiler perlu dibangun seluas mungkin yang mampu menampung ayam hingga ribuan ekor. Tempat yang cukup baik untuk membangun kandang ayam adalah di tengah sawah, lapangan terbuka dan kebun. Oleh karena itu, usaha ayam potong ini akan sangat cocok dijalankan di pedesaan dengan prospek yang sangat menguntungkan.

Adapun biaya pembuatan kandang ayam broiler dengan kapasitas 5.000 ekor ayam sangat bervariasi. Apabila Anda telah memiliki pohon bambu, maka modal bisnis ayam potong yang diperlukan hanyalah biaya tenaga kerja. Namun jika Anda tidak mempunyai pohon bambu, maka Anda bisa membeli satu buah batang pohon bambu sekitar Rp. 7000,00,-.

Biaya yang diperlukan untuk membuat kandang ayam dari nol adalah sekitar Rp. 4.000.000,-.

2. Bibit Ayam

Bibit ayam merupakan modal bisnis ayam potong yang paling utama. Jika Anda memilih usaha peternakan ayam dengan bekerjasama dengan perusahaan, tentunya Anda tidak perlu repot-repot dengan kesediaan bibit ayam. Sebab, ribuan ekor bibit ayam akan dipasok oleh perusahaan tersebut dengan sistem kontrak yang telah ditentukan dan tentunya sangat menguntungkan. Akan tetapi, jika Anda memilih membangun bisnis ayam potong ini secara mandiri, maka Anda hendaknya menyiapkan bibit ayam yang sehat dan berkualitas. Salah satu tanda bibit ayam yang berkualitas adalah memiliki bulu yang sangat halus. Selain itu berasal dari induk yang sehat, pertumbuhannya baik, mempunyai nafsu makan yang bagus dan lain-lain. Jadi, untuk biaya awal modal bibit ayam untuk membeli 300 bibit ayam potong sebesar Rp. 2.000.000,00,-.

3. Perlengkapan Usaha Peternakan Ayam

Setelah Anda menyiapkan bibit ayam dan juga kandang ayam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan peralatan dan perlengkapan usaha peternakan ayam potong. Perlengkapan tersebut meliputi : brooder atau penghangat ruangan peternakan, litter atau alas lantai, tempat ayam bertengger, pisau, gunting, wadah minum dam pakan ayam dan lain-lain. Modal uang yang dibutuhkan dalam menyiapkan peralatan tersebut berkisar Rp. 400.000,00,-.

4. Biaya listrik dan Tenaga Kerja

Untuk biaya penggunaan listrik selama sebulan, Anda perlu menyiapkan dana sekitar Rp. 200.000,00,-. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja sebesar Rp. 1.000.000,00,- per bulannya. Pada saat masa panen ayam broiler, karyawan sebaiknya diberikan bonus seperti satu ekor ayam potong secara gratis.

5. Pakan Ayam dan Obat

Untuk pakan ayam potong, Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp. 3.000.000,00,-. Sedangkan untuk obat-obatan ayam broiler, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp. 1.000.000,00,-.

Demikian ulasan mengenai rincian modal usaha ayam potong yang perlu Anda ketahui. Keseluruhan biaya yang harus Anda siapkan untuk membangun bisnis ayam potong sekitar Rp. 11.600.000,00,-. Itu sema sudah termasuk kandang ayam, pakan ayam dan obat, peralatan, bibit ayam, biaya listrik dan tenaga kerja. Jadi jika Anda telah mengetahui semua rincian modalnya Anda bisa langsung untuk memulai membangun usaha ini.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu