avatardisplay_general
DISITU
01 Oct 2018

Setelah Vietnam, Go-Jek Lebarkan Sayap ke Thailand

https://disituapi.azureedge.net/ARTIKELIMAGE/201810/101001/Setelah%20Vietnam,%20Go Jek%20Lebarkan%20Sayap%20ke%20Thailand.jpg

Sejak beberapa tahun belakangan, transportasi online seperti ojek menjadi tren yang dalam sekejab mampu menggeser transportasi offline lainnya. Salah satu pemain dalam bisnis ini adalah Go-Jek. Perusahaan transportasi online yang identik dengan warna hijau tua itu memang telah menyita perhatian sejak kemunculannya pada 2011.

Dahulu perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim ini hanya memberikan jasa pelayanan ojek melalui telepon. Namun dengan antusias masyarakat yang semakin tinggi, seiring berjalannya waktu Go-Jek terus meningkatkan pelayanan hingga saat ini.

Tidak sendiri, di Indonesia sendiri sebelumnya ada tiga perusahaan transportasi online yang beroperasi yakni Go-Jek, Grab, dan Uber. Namun awal 2018 lalu Uber tidak mampu bertahan di pasar Indonesia dan akhirnya memutuskan untuk menutup aplikasi serta bergabung bersama Grab. Dengan begitu pasar persaingan transportasi online kini hanya dikuasai oleh Go-Jek dan Grab.

Tapi semakin ketatnya persaingan tentu membuat Go-Jek tidak tinggal diam. Perusahaan tanah air ini juga ingin melebarkan pasar ke negara lain seperti Grab yang telah beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara.  

Gojek

Berdasarkan keterangan tertulis dari Go-Jek, perusahaan tersebut secara resmi akan membuka cabang di dua negara yaitu Vietnam dan Thailand. Untuk pengelolaannya sendiri, kedua cabang tersebut akan dipegang langsung oleh tim dari pendiri lokal namun tetap menggunakan bantuan teknologi, keahlian, dan investasi Go-Jek.

Untuk negara pertama, Vietnam, Go-Jek mulai resmi beroperasi pada awal Agustus silam. Dengan nama Go-Viet, transportasi online ini melayani pengantaran di 12 distrik di sekitar Kota Ho Chi Minh. Tidak hanya layanan Go-Bike, Go-Viet juga memberikan layanan Go-Send. Sementara itu untuk tarif, Go-Viet memasang tarif cukup murah ketimbang pesaingnya yaitu 10 ribu Vietnam Dong atau sekitar Rp 6.200,- per dua kilometer. Untuk layanan Go-Send, Go-Viet memberikan tarif sebesar 15 ribu Vietnam Dong saja.

Kemudian untuk cabang di Thailand, Go-Jek kembali tidak menggunakan nama aslinya seperti Grab. Di Negeri Gajah Putih ini, Go-Jek hadir dengan nama GET dan dikelola oleh Pinya Nittayakasetwat, Co-Founder dan CEO dari GET. Dalam website resminya, GET sendiri menyatakan dirinya sebagai bagian dari Go-Jek.

Namun tidak seperti Go-Viet, GET belum secara resmi beroperasi di Thailand. Diungkapkan bahwa transportasi online ini masih dalam tahap pendaftaran para pengemudi atau disebut juga dengan Gettzer.

Di sisi lain, jika diamati kedua cabang Go-Jek ini memiliki warna yang berbeda. Go-Viet hadir dengan warna merah cerah, sementara GET identik dengan warna kuning cerah. Jika digabungkan ketiganya memiliki warna yang mengingatkan Anda pada lampu lalu lintas.

Sementara itu tidak hanya hadir di Vietnam dan Thailand, Go-Jek berencana akan terus melebarkan sayapnya dengan membuka cabang selanjutnya di Filipina dan Singapura.