avatardisplay_general
DISITU
02 Sep 2018

Penghambat Proses Gadai Sertifikat Rumah Di BPR

https://disituapi.azureedge.net/A/Img/1809/180902/Syarat Dan Hal Yang Menghambat Proses gadai Sertifikat Rumah Di BPR.jpg

Mengajukan pinjaman ke bank banyak dipilih karena bisa memenuhi kebutuhan. Dalam melakukan pinjaman, seseorang bisa menggunakan barang berharga sebagai jaminan. Salah satunya adalah sertifikat rumah. Dari sekian banyak pemberi jaminan, Bank Perkreditan Rakyat atau BPR bersedia memberikan jaminan dengan menggunakan sertifikat rumah. Gadai sertifikat rumah di BPR merupakan pilihan yang tepat jika ingin membutuhkan tambahan. Yang mana dana ini bisa digunakan untuk kegiatan apapun, termasuk untuk urusan bisnis. Pada segi banyaknya dana yang di pinjamkan, menggunakan sertifikat rumah tentu saja berbeda dengan BPKB. Karena besarnya batas pinjaman dana tergantung dari jenis barang berharga yang dijadikan jaminan.

Syarat Untuk Melakukan Gadai Sertifikat Rumah di BPR

Sebelum menggadaikan sertifikat rumah di BPR, calon peminjam harus memperhatikan beberapa syarat yang berlaku. Ketentuan yang ditetapkan masing-masing BPR tidak jauh berbeda. Berikut adalah syarat dan ketentuan secara umum yang harus di perhatikan calon peminjam.

  1. Berusia minimal 21 tahun.

  2. Memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.

  3. Usia maksimal calon peminjam saat melakukan pelunasan adalah 55 tahun untuk karyawan swasta dan 60 tahun untuk profesional dan pengusaha.

  4. Untuk karyawan harus memiliki masa kerja minimal 2 tahun.

  5. Mampu untuk mengangsur setiap bulan dengan besaran yang sudah di sepakati

Setelah memperhatikan syarat dan ternyata calon peminjam sudah memenuhi syarat, maka calon peminjam harus melengkapi dokumen. Dokumen ini merupakan persyaratan BPR untuk melakukan pinjaman dana. Selain itu, dengan melengkapi dokumen maka calon peminjam bisa menunjukkan keseriusan calon peminjam dalam melakukan pinjaman. Berikut adalah dokumen yang harus di engkapi untuk menggadaikan sertifikat rumah di BPR:

  1. Sertifikat yang di jadikan jaminan

  2. Fotocopy KTP dan KK calon peminjam

  3. Fotocopy NPWP, Slip Gaji, dan rekening tabungan calon peminjam

  4. Salinan sertifikat, IMB, PBB 3 tahun terakhir

  5. Fotocopy SIUP, TDP, SKU, dan Surat Keterangan Kerja

Kesalahan Yang Sering Ditemui dalam Melakukan Proses Gadai Sertifikat Rumah

Dalam melakukan gadai sertifikat rumah di BPR, tentu saja tidak selalu di proses. Tentu saja ada beberapa kesalahan sehingga menghambat proses gadai sertifikat.

1. Data Di KTP Tidak Sesuai Dengan KK

Kesalahan yang pertama adalah data di KTP tidak sesuai dengan data di Kartu Keluarga. Hal ini sering terjadi pada beberapa kasus. Contohnya adalah calon peminjam tinggal di luar kota. KTP yang di gunakan adalah KTP luar kota yang mana sekaligus menjadi tempat tinggal. Namun, Kartu Keluarga yang calon peminjam punya masih berstatus berada di tempat kelahiran.

2. KTP Kadaluwarsa

Kesalahan kedua adalah KTP sudah kadaluwarsa. Memperbaharui Kartu Tanda Penduduk merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu keuntungan untuk memperbaharui Kartu Tanda Penduduk adalah untuk mempermudah proses gadai sertifikat. Terkadang Kartu Tanda Penduduk yang belum diperbaharui bisa menghambat proses gadai sertifikat.

3.  Sertifikat Rumah Bukan Atas Nama Calon Peminjam

Selanjutnya yang menjadi kesalahan umum adalah sertifikat rumah bukan atas nama calon peminjam. Kesalahan ini sering terjadi pada orang yang melakukan gadai sertifikat rumah. Biasanya sertifikat rumah yang diajukan bukan milik sendiri. Hal ini sering dialami oleh para pemilik rumah yang mendapati rumah dengan cara sewa atau sertifikat rumahnya masih berstatus pemilik sebelumnya. Solusi untuk memecahkan masalah ini melakukan balik nama sertifikat rumah. Tujuannya agar mempermudah dalam melakukan gadai sertifikat.

4. Calon Peminjam Berstatus Cerai Namun Di KTP Masih Menikah

Kesalahan yang terakhir adalah Calon peminjam sudah berstatus cerai, namun di KTP masih menikah. Untuk yang berstatus cerai namun KTP masih berstatus menikah, hal ini tentu saja bisa mempersulit dalam melakukan proses gadai sertifikat. Untuk itu, segera lapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat untuk dapat memproses gadai sertifikat rumah dengan cepat.

5. Lupa Membawa Salah Satu Dokumen

Hal ini merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai calon peminjam kelupaan untuk membawa salah satu dokumen yang wajib untuk di bawa. Karena hal ini bisa menghambat proses untuk melakukan gadai sertifikat rumah. Selain itu, calon peminjam juga harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu.

cari-kredit-DISITU-pilihanmu