10 November 2017 00:00

Seberapa Berpengaruh BI Checking terhadap Persetujuan Kredit?

DISITU

35.pinjaman bank dan pinjaman dana perlu bi checking

Dewasa ini, kebutuhan masyarakat semakin tinggi. Setiap hari ada saja kebutuhan yang harus dipenuhi. Belum lagi jika tiba-tiba ada kebutuhan mendesak atau mengalami kondisi darurat yang tak terduga. Tentunya seseorang akan kelimpungan mencari pinjaman dana. Mulai dari pinjam kepada keluarga, tetangga, hingga mengajukan kredit kepada bank. Namun, tidak semua orang berhasil mendapatkan pinjaman dana dari bank. Salah satunya karena tidak lolos BI checking. Memangnya kenapa ya harus melewati proses BI checking? Mengapa sebagian orang sulit menaklukkannya? Di sinilah pentingnya memahami BI checking, terutama bagi orang yang hendak mengajukan pinjaman dana. Baik yang mengajukan pinjaman dana dari bank maupun pinjaman dana non bank. Mengapa? Temukan jawabannya dari ulasan berikut.

Pengertian BI Checking

BI checking adalah informasi terintegrasi dari Bank Indonesia tentang riwayat kredit seseorang kepada bank atau lembaga keuangan. Semua riwayat tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Debitur (SID) yang dapat menunjukkan kredibilitas seorang nasabah. Artinya, terdapat penilaian tertentu yang dapat mengkategorikan seorang nasabah memiliki riwayat kredit yang baik atau buruk. Catatan ini akan diakses bank atau lembaga keuangan tertentu untuk menentukan permohonan kredit seseorang akan disetujui atau tidak.

Indikator Penilaian BI Checking

Jenis kredit yang menjadi indikator atau penentu nilai BI checking seorang nasabah beragam. Mulai dari kartu kredit serta semua jenis pinjaman dari bank, termasuk KTA (Kredit Tanpa Agunan). Selain itu, terdapat juga riwayat KPM (Kredit Pemilikan Mobil/ Motor) dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Jenis-jenis Penilaian BI Checking

  1. Skor 1 (Kredit Lancar): debitur tidak pernah menunggak
  2. Skor 2 (Kredit dalam Perhatian Khusus): debitur menunggak cicilan kredit 1-90 hari
  3. Skor 3 (Kredit Tidak Lancar): debitur menunggak cicilan kredit 91-120 hari
  4. Skor 4 (Kredit Diragukan): debitur menunggak cicilan kredit 121-180 hari
  5. Skor 5 (Kredit Macet): debitur menunggak cicilan kredit lebih dari 180 hari

Dari daftar skor di atas, nasabah dengan skor 3, 4, dan 5 termasuk ke dalam blacklist BI checking. Hampir dipastikan mereka akan ditolak bank atau lembaga keuangan tertentu jika ingin mengajukan pinjaman dana.

Cara Mengakses BI Checking

Kita dapat mengetahui IDI historis atau BI checking kita dengan cara mengaksesnya secara mandiri di internet. Caranya, buka website Bank Indonesia (bi.go.id), pilih kolom “Moneter”, klik “Permintaan IDI Historis”. Scroll ke bawah dan temukan kalimat “Mengisi Formulir yang Disediakan”. Selanjutnya, klik kata “Formulir” dan isi form yang ditampilkan. Tekan “Kirim Form” jika sudah selesai mengisinya. BI akan mengonfirmasi permohonan kita melalui email.

Cara Memperoleh BI Checking yang Bagus

Satu-satunya cara untuk memperoleh nilai BI checking yang baik yaitu dengan melunasi cicilan kredit tepat waktu. Jika ada tunggakan segera lunasi dan jangan lupa memantau perubahan BI checking secara online.

Dapat disimpulkan bahwa BI checking berperan besar dalam menentukan permohonan pinjaman dana seseorang akan disetujui atau tidak. Kebijakan ini tentu menyulitkan nasabah yang memiliki BI checking buruk, namun ingin mengajukan pinjaman dana dalam situasi darurat. Sebab, semua bank dipastikan akan menolak permohonan kredit tersebut. Untungnya di zaman sekarang kita dimudahkan dengan berbagai produk pinjaman dana non bank.

Saat ini terdapat beberapa pinjaman dana non bank yang tidak harus selalu melalui penelusuran BI checking. Layanan ini sangat sesuai bagi seseorang yang membutuhkan pinjaman dana dalam situasi darurat. Untuk menemukan pinjaman dana non bank yang tepat, kita dapat gunakan jasa perantara kredit terpercaya. Salah satu contohnya DISITU.com. DISITU.com akan membantu kita menemukan berbagai pinjaman dana non bank terbaik yang kita butuhkan.

Cari Kredit? DISITU Pilihanmu